Mulai dari YouTube, Targetkan Luar Negeri (Berdasarkan Pengalaman) Mulai saja dulu. Kesalahan paling umum pemula adalah menunggu semuanya sempurna kamera mahal, laptop kencang, software editing lengkap. Faktanya, mereka yang menunggu biasanya kalah cepat dari orang yang langsung jalan dengan alat seadanya. Dari awal hingga sekarang, saya hanya menggunakan HP untuk mencari bahan video, menulis skrip, editing, hingga upload. YouTube tidak menilai mahalnya alat, tapi konsistensi dan arah konten. Tidak harus sempurna, yang penting jelas mau dibawa ke mana channel tersebut. Gunakan konsep konten faceless (tanpa menampilkan wajah). Kalau tidak percaya diri bicara di depan kamera, konten faceless adalah solusi paling realistis. Jenisnya sangat banyak: storytelling, fakta unik, kompilasi, edukasi visual, hingga video dengan voice-over. Tugasmu sederhana: riset, amati, tiru, lalu buat versi yang lebih baik atau berbeda. Jangan bilang “tidak bisa”, sering kali masalahnya bukan kemampuan, tapi ke...
Ber-Inovasi. Kedengarannya terbalik. Tapi ini kenyataan di banyak tempat kerja… di Indonesia Perusahaan bilang mereka ingin inovasi. Mereka pajang poster "think different" di dinding. Mereka bikin program ide karyawan. Mereka kasih penghargaan inovator terbaik. Tapi begitu ada yang benar-benar inovasi, yang terjadi justru sebaliknya. Atasan merasa terancam. Karena inovasi berarti ada yang salah dengan cara lama. Dan cara lama adalah cara yang atasan bangun selama bertahun-tahun. Inovasi adalah kritik tanpa bersuara. Rekan kerja mulai jaga jarak. Karena kalian membuat mereka terlihat tidak produktif. Kalian bikin standar baru yang lebih tinggi. Dan tidak semua orang suka ketika mistar dinaikkan. Sistem menolak perubahan.Birokrasi memakan waktu. Proposal harus lewat lima layer persetujuan. Budget tidak ada. Timing tidak tepat. Nanti saja tahun depan. Dan tahun depan tidak pernah datang. Yang lebih berbahaya, inovasi membuat kalian terlihat tidak loyal pada metode yang sudah ada...