Kita lebih kreatif saat lelah. Kontra-intuitif memang, tapi penelitian membuktikan bahwa saat otak lelah, kemampuan filtering informasi menurun. Akibatnya, ide-ide "nyeleneh" yang biasanya terfilter bisa muncul ke permukaan dan menciptakan solusi kreatif.
Musik bisa mengubah cara kita melihat dunia, secara harfiah. Penelitian menunjukkan bahwa mendengar musik sedih membuat kita melihat warna lebih gelap, sementara musik ceria membuat persepsi warna lebih cerah. Ini terjadi karena musik mempengaruhi pemrosesan visual di otak.
Otak kita lebih aktif saat tidur dibanding saat nonton TV. Saat tidur, otak melakukan pemrosesan memori, "bersih-bersih" toksin, dan reorganisasi informasi. Sedangkan saat nonton TV, otak kita cenderung pasif dan kurang terstimulasi.
Keputusan terbaik sering muncul saat kita tidak fokus memikirkannya. Memberikan jeda pada proses pengambilan keputusan justru menghasilkan pilihan lebih baik. Ini karena otak bawah sadar terus memproses informasi meski kita sedang melakukan hal lain.
Saat merasa kesepian, otak kita mempersepsikan suhu ruangan lebih dingin. Kalau kesepian bisa mempengaruhi persepsi suhu tubuh. Makanya saat sedih atau sendiri, kita sering merasa kedinginan meski suhu ruangan normal.
Mata kita berkedip lebih sering saat bohong. Rata-rata manusia berkedip 6-8 kali per menit. Tapi saat berbohong, frekuensinya bisa naik hingga 2-3 kali lipat. Ini respon alami otak untuk mengurangi stres saat mencoba menipu orang lain.
Otak kita tidak bisa membedakan antara rasa sakit fisik dan patah hati. Studi menggunakan MRI menunjukkan area otak yang aktif saat mengalami sakit fisik sama dengan saat kita patah hati. Inilah kenapa putus cinta bisa terasa sangat menyakitkan secara fisik.
Kita cenderung mengingat kejadian memalukan lebih detail. Fenomena ini disebut "cringe memory". Otak menyimpan momen memalukan dengan detail lebih lengkap sebagai mekanisme pertahanan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Saat stres, otak kita "mengecil". Paparan stres berkepanjangan terbukti mengurangi volume hippocampus, bagian otak yang mengatur memori dan pembelajaran. Tapi tenang, kerusakan ini bisa pulih dengan manajemen stres yang baik.
Kita semua punya "suara internal" berbeda. Cara bicara dalam kepala tiap orang unik. Ada yang bermonolog panjang, ada yang singkat, bahkan ada yang lebih suka visualisasi. Ini salah satu alasan kenapa tiap orang punya cara berpikir dan memecahkan masalah yang berbeda.
Catatan Kaki Bintang XD
Komentar
Posting Komentar