Langsung ke konten utama

Bagaimana cara mendapatkan uang dari internet?

Mulai dari YouTube, Targetkan Luar Negeri (Berdasarkan Pengalaman) Mulai saja dulu. Kesalahan paling umum pemula adalah menunggu semuanya sempurna kamera mahal, laptop kencang, software editing lengkap. Faktanya, mereka yang menunggu biasanya kalah cepat dari orang yang langsung jalan dengan alat seadanya. Dari awal hingga sekarang, saya hanya menggunakan HP untuk mencari bahan video, menulis skrip, editing, hingga upload. YouTube tidak menilai mahalnya alat, tapi konsistensi dan arah konten. Tidak harus sempurna, yang penting jelas mau dibawa ke mana channel tersebut. Gunakan konsep konten faceless (tanpa menampilkan wajah). Kalau tidak percaya diri bicara di depan kamera, konten faceless adalah solusi paling realistis. Jenisnya sangat banyak: storytelling, fakta unik, kompilasi, edukasi visual, hingga video dengan voice-over. Tugasmu sederhana: riset, amati, tiru, lalu buat versi yang lebih baik atau berbeda. Jangan bilang “tidak bisa”, sering kali masalahnya bukan kemampuan, tapi ke...

Bagaimana cara mendapatkan uang dari internet?

Mulai dari YouTube, Targetkan Luar Negeri (Berdasarkan Pengalaman)

Mulai saja dulu.

Kesalahan paling umum pemula adalah menunggu semuanya sempurna kamera mahal, laptop kencang, software editing lengkap. Faktanya, mereka yang menunggu biasanya kalah cepat dari orang yang langsung jalan dengan alat seadanya. Dari awal hingga sekarang, saya hanya menggunakan HP untuk mencari bahan video, menulis skrip, editing, hingga upload. YouTube tidak menilai mahalnya alat, tapi konsistensi dan arah konten. Tidak harus sempurna, yang penting jelas mau dibawa ke mana channel tersebut.


Gunakan konsep konten faceless (tanpa menampilkan wajah).

Kalau tidak percaya diri bicara di depan kamera, konten faceless adalah solusi paling realistis. Jenisnya sangat banyak: storytelling, fakta unik, kompilasi, edukasi visual, hingga video dengan voice-over. Tugasmu sederhana: riset, amati, tiru, lalu buat versi yang lebih baik atau berbeda. Jangan bilang “tidak bisa”, sering kali masalahnya bukan kemampuan, tapi kemalasan untuk mulai.


Buat 90 video pertama sebagai fondasi channel.

Membuat 90 video di awal memang terdengar berat, tapi ini justru strategi aman untuk pemula. YouTube butuh data untuk “mengenali” channel kamu: topik, penonton, dan pola interaksi. Banyak channel gagal bukan karena kontennya jelek, tapi karena upload tidak konsisten. Hari ini upload, sepi, besok malas lanjut. Dengan stok video, kamu tinggal fokus upload tanpa terpengaruh mood. Semakin sering upload, semakin besar peluang satu video meledak.


Strategi upload setelah 90 video selesai.

Setelah 90 video siap, upload 30 video sekaligus lalu jadwalkan untuk satu bulan. Bulan berikutnya lakukan hal yang sama sampai masuk tiga bulan. Di fase ini biasanya sudah terlihat: apakah CTR naik, watch time stabil, atau ada video yang mulai direkomendasikan. Jika belum sesuai target, bukan berarti gagal tambah stok lagi dan ulangi. Karena itulah penting memilih ide konten yang mudah diproduksi tapi tetap bermanfaat.


Kenapa target luar negeri?

Menargetkan Indonesia sebenarnya tidak salah. Namun jika tujuanmu adalah penghasilan lebih besar, pasar luar negeri jauh lebih menjanjikan. Secara umum, negara-negara seperti Amerika, Eropa Barat, dan Jepang memiliki nilai iklan (RPM) lebih tinggi dibanding Indonesia. Selain itu, persaingan di Indonesia sudah sangat padat di hampir semua niche. Ditambah lagi, kualitas interaksi komentar sering kali tidak sehat dan bisa mematikan mental kreator pemula. Target luar negeri cenderung lebih objektif terhadap konten.


Solusi jika tidak bisa bahasa Inggris.

Jika kemampuan bahasa terbatas, kamu tetap bisa membuat konten dengan konsep audio dan visual yang tidak harus sinkron secara literal. Artinya, skrip audio menjelaskan topik secara umum, sementara visual hanya mendukung narasi. Model seperti ini sangat banyak digunakan channel luar dan terbukti aman. Jika ingin lebih spesifik, kamu juga bisa menargetkan negara seperti Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, atau Jepang negara dengan penonton besar dan nilai iklan tinggi.


Manfaatkan AI secara cerdas.

AI adalah alat bantu, bukan pengganti kreativitas. Gunakan ChatGPT, Gemini, atau Meta AI untuk membantu membuat skrip, ide konten, judul, deskripsi, dan keyword. Untuk suara, gunakan AI Text to Speech jika perlu. Namun hindari full AI dari video hingga audio sekaligus, karena rawan terkena pembatasan monetisasi. Saat upload, YouTube juga menyediakan opsi deklarasi konten AI jawablah dengan jujur. Sistem YouTube lebih menghargai transparansi daripada manipulasi.


Pengaturan channel YouTube yang benar.

Jika membuat channel baru untuk target luar negeri, kosongkan lokasi channel dan gunakan bahasa target sebagai default judul, deskripsi, keyword, hingga isi video. Jika channel lama sudah berlokasi Indonesia, jangan dipaksa diubah ke negara lain karena bisa merusak rekomendasi. Lanjutkan saja dengan konsisten. Pastikan bagian “Tentang Channel” terisi dengan jelas agar algoritma mudah membaca niche channel kamu.


Stop ikut kelas YouTube berbayar.

Hampir semua ilmu YouTube sudah tersedia gratis. Banyak kelas berbayar hanya menjual mimpi monetisasi cepat, jam tayang instan, dan subscriber instan. Kalaupun channelmu monet, biasanya tidak sehat: view sepi, jarang direkomendasikan, dan pendapatan kecil. YouTube punya sistem yang sangat pintar, tidak bisa dibodohi dengan cara instan.


Pilih satu fokus Shorts atau video panjang.

Jika ingin fokus Shorts, ya fokus Shorts saja. Jangan dicampur dengan video panjang. Begitu juga sebaliknya. Banyak orang tergoda Shorts hanya demi subscriber cepat, padahal dampaknya buruk untuk pertumbuhan jangka panjang channel. Algoritma memperlakukan Shorts dan long video secara berbeda. Campur aduk justru membuat channel sulit berkembang.

Itu saja sharing dari saya. Ini bukan kebenaran mutlak, hanya pengalaman pribadi selama bermain di YouTube. Kalau berbeda pendapat, itu hak masing-masing. Tidak perlu diperdebatkan yang penting jalan dan buktikan sendiri.

Orang yang takut memulai sering menyebutnya persiapan. Padahal itu hanya bentuk lain dari ketakutan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Memendam Emosi: Mental Rapuh

Ada orang yang tampak selalu tenang, jarang marah, bahkan jarang menangis. Di mata orang lain, mereka terlihat kuat, rasional, dan mampu mengendalikan diri. Tapi kenyataannya, seseorang yang tidak pernah mengekspresikan emosinya secara sehat sedang menumpuk tekanan dari dalam. Menahan perasaan baik itu kemarahan, kesedihan, frustrasi, atau kekecewaan tidak membuatnya hilang. Sebaliknya, emosi itu bertransformasi menjadi tekanan halus yang konstan, yang lama-lama bisa memicu stres kronis, kecemasan, depresi, dan kerentanan mental yang lebih besar daripada orang yang tampak emosional. Orang yang jarang menangis, misalnya, mungkin telah belajar bahwa menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Setiap air mata yang ditahan menjadi energi emosional yang tersimpan, yang pada akhirnya bisa meledak di situasi yang tampak sepele. Mereka mungkin selalu terlihat tegar di depan teman, keluarga, atau rekan kerja, tapi di balik itu, ada ketidakstabilan yang tidak terlihat.  Contohnya, seseoran...

Kenapa Otak Manusia Lebih Suka Siksaan Psikologis Daripada Kepastian?

Ketidakpastian adalah bentuk siksaan paling halus yang diciptakan pikiran manusia. Ada alasan mengapa kita lebih tersiksa oleh “bagaimana kalau” daripada kenyataan yang sebenarnya terjadi. Otak kita dibangun oleh sejarah panjang evolusi yang memprioritaskan kewaspadaan. Di masa lalu, salah menyimpulkan ancaman bisa berarti mati, sehingga otak belajar bersikap curiga terhadap segala hal yang tidak jelas. Masalahnya, insting itu masih bekerja di zaman modern, di mana bahaya fisik jarang terjadi, tetapi ancaman emosional terasa jauh lebih nyata. Ketika seseorang tidak memberi jawaban, ketika hasil yang kita tunggu tak kunjung datang, atau ketika hidup terasa menggantung di antara pilihan yang belum kita ambil otak otomatis masuk ke mode siaga, seakan musuh sedang datang, padahal tidak ada apa-apa di depan kita kecuali kecemasan sendiri. Ketidakpastian menciptakan ruang kosong, dan ruang kosong itu selalu diisi oleh imajinasi yang paling gelap. Manusia berpikir bahwa membayangkan kemungkin...

Apakah Harta Bisa Dibawa Mati?

Manusia menghabiskan hidup mengejar sesuatu yang tidak pernah benar-benar bisa mereka genggam selamanya. Harta, posisi, kenyamanan semua itu hanya singgah, tidak pernah benar-benar menjadi milik kita. Dan ketika hidup berakhir, tidak ada yang ikut menemani kecuali amal dan nilai yang kita tinggalkan untuk orang lain. Harta memang tidak bisa kita bawa masuk ke dalam kubur secara fisik. Tetapi nilai dari harta itu masih bisa mengikuti perjalanan kita bukan dalam bentuk benda, melainkan dalam bentuk pahala, jejak kebaikan, dan kebermanfaatan yang terus hidup setelah kita tiada. Itulah mengapa sedekah, wakaf, membantu sesama, atau menggunakan harta untuk hal yang bermanfaat menjadi jalan yang membuat harta itu tetap hidup bahkan ketika pemiliknya sudah tidak bernapas. Harta yang dipakai hanya untuk memanjakan diri akan hilang bersama waktu. Tapi harta yang dipakai untuk menolong orang lain, membangun sesuatu yang bermanfaat, atau membantu kehidupan seseorang itu adalah harta yang tidak mat...