Manusia menghabiskan hidup mengejar sesuatu yang tidak pernah benar-benar bisa mereka genggam selamanya. Harta, posisi, kenyamanan semua itu hanya singgah, tidak pernah benar-benar menjadi milik kita. Dan ketika hidup berakhir, tidak ada yang ikut menemani kecuali amal dan nilai yang kita tinggalkan untuk orang lain.
Harta memang tidak bisa kita bawa masuk ke dalam kubur secara fisik. Tetapi nilai dari harta itu masih bisa mengikuti perjalanan kita bukan dalam bentuk benda, melainkan dalam bentuk pahala, jejak kebaikan, dan kebermanfaatan yang terus hidup setelah kita tiada. Itulah mengapa sedekah, wakaf, membantu sesama, atau menggunakan harta untuk hal yang bermanfaat menjadi jalan yang membuat harta itu tetap hidup bahkan ketika pemiliknya sudah tidak bernapas.
Harta yang dipakai hanya untuk memanjakan diri akan hilang bersama waktu. Tapi harta yang dipakai untuk menolong orang lain, membangun sesuatu yang bermanfaat, atau membantu kehidupan seseorang itu adalah harta yang tidak mati. Di situlah manusia menemukan jawaban bahwa sebagian dari dunia ternyata bisa ikut masuk ke akhirat, bukan dalam bentuk benda, tetapi dalam bentuk kebaikan yang kembali pada diri sendiri.
Pada akhirnya, bukan jumlah hartanya yang penting, tetapi seberapa besar harta itu mengubah hidup orang lain. Ada orang yang kaya tetapi meninggalkan dunia tanpa satu pun doa yang mengiringinya. Ada pula orang yang sederhana, tapi setiap langkahnya diikuti kebaikan yang tak pernah berhenti mengalir.
Kita tidak bisa membawa apa pun saat pergi tapi kita bisa mengirim sesuatu ke depan, jauh sebelum kita tiba di sana. Sedekah, wakaf, membantu keluarga, menolong orang yang kesulitan, memberi manfaat bagi banyak orang itulah “harta” yang sebenarnya memiliki umur lebih panjang dari hidup kita sendiri. Hidup bukan tentang banyaknya apa yang kita kumpulkan, tetapi tentang banyaknya apa yang kita lepaskan untuk kebaikan.
Manusia tidak diingat dari apa yang mereka miliki, melainkan dari apa yang mereka tinggalkan.
“Harta tidak bisa menemanimu saat mati, tetapi kebaikan dari harta itu bisa sampai lebih jauh dari napas terakhirmu.”
“Yang membedakan manusia bukan seberapa banyak yang ia genggam, tetapi seberapa banyak yang ia lepaskan untuk memberi cahaya pada orang lain.”
“Kematian mengambil semua yang bersifat duniawi, tapi ia tidak mampu menyentuh apa pun yang telah kau ikhlaskan untuk kebaikan.”
Komentar
Posting Komentar